Rabu, 13 Desember 2017

MAKALAH PERANAAN WALI SANGA DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

MAKALAH PERANAAN WALI SANGA DALAM PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA


Logo ikhlas beramal.png


KELOMPOK 3:
1.AFIFAH (2)
2.YANNA CHAMALINDA
3.SUSANTI DEWI PUJI ASTUTI (27)
4.TIWA ZUHDA KARIM (29)
5.UMA KHASANAH ()
6.WAHID AL MUHAKIMUDIN ()


MADRASAH ALIYAH NEGERI KARANGANYAR
TAHUN AJARAN 2017/2018



A.NAMA-NAMA WALI SANGA

1.Maulana Malik Ibrahim {Sunan Gresik}
2.Raden Rahmat {Sunan Ampel}
3.Raden Maulana Makhdum Ibrahim
4.Raden Mas Syahid {Sunan Kalijaga}
5.Raden Paku/Raden Ainul arifin {Sunan Giri}
6.Raden Kosim Syarifuddin {Sunan Drajat Sedayu}
7.Raden Ja’far  Sadiq {Sunan Kudus}
8.Raden Said/Raden Prawoto {Sunan Muria}
9.Syarif Hidayatullah {Sunan Gunung Jati}
                           
             Kedudukan wali sanga sebagi sentrall penyiaran islam di jawa yang ajarannya memiliki pengaruh kuat dalam masayrakat jawa.masyarakat jawa memberi gelar sunan kepada para wali sanga. Kata sunan diambil dari kata susuhunan  yang berarti  “yang dijunjung tinggi/dijunjung diatas kepala.”
             Proses islamisasi sebagian besar berjalan secara damai,nyaris tanpa konflik,baik politik maupun kultural.kehidupan wali sanga bisa diterima dengan baik oleh para masyrakat,karena wali sanga menerapkan metode dakwah yang akomodatif dan lentur.dengan sabar ,sedikit demi sedikit wali sanga memasukan nilai-nilai ajaran islam ke dalam unsur-unsur lama yang sudah berkembang .metode ini disebut metode sinkretis.

B.KONTRIBUSI WALI SANGA
1. Maulana Malik Ibrahim
               Sunan Gresik merupakan keturunan Zainal Abidin, cicit Nabi Muhammad SAW dan sepupu dari raja Chermen. Kehadiran sunan Gresik bersama Raja Chermen adalah untuk mengislamkan Raja Majapahit.
             Awal dakwahnya, sunan bonang menawarkan putrinya untuk diperisteri raja majapahit. Upaya tersebut tidak berhasil karena belum sampai tujuan rombongan terkena serangan penyakit sehingga banyak yang meninggal dunia. Langkah berikutnya sunan gresik melalui jalur pendidikan dengan mendirikan pesantren adaptasi biara dan asrama yang lama dikembangkan biksu Hindu budha. Dinamakan pesaten karena tempat belajar para santri . Santri diambil dari kata Shantri (bahasa india) yang berarti orang orang yang mengetahui dan memahami buku buku suci agama hindu. Upaya ini dimaksudkan untuk menampung  dan menjawab permasalahan sosial keagamaan dan menghimpun para santri. Karena komitmen dan konstitensinya maka dipandang  sebagai Bapak Spiritual Wali Sanga.
            Sunan gresik wafat di Gresik 12 Rabiul Awal  822H/8 April 1419M, dimakamkan di perkuburan gapura wetan gresik.
2. Raden Rahmat / Sunan Ampel (Campaa, Aceh 1401-Tuban Jatim 1481)
           Raden Rahmat adalah putera Sunan Gresik dari istrinya yang bernama Dewi Candrawulan. Sebagai penerus perjuangan ayahnya menyebarkan agama islam ditanah jawa, awal misinya mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat Surabaya. Santri santri yang terkenal: Raden Makdum Ibrahim (sunan bonang) dan syarifuddin (sunan drajat) mereka merupakan putera sunan ampel , Maulana Ishak (di blambangan), Raden Paku , Raden Patah. Sunan Ampel wafat pada tahun 1481, dimakamkan di Masjid Ampel Surabaya.
3. Maulana Makhdum Ibrahim/ Sunan Bonang (Ampel Denta, Surabaya 1465-Tuban 1525)
               Sunan Bonang adalah putera dari Sunan Ampel dari istri yang bernama Dewi Candrawati, dan merupakan sepupu dari sunan Kalijaga. Dalam menjalankan dakwahnya, sunan bonang memiliki cara tersendiri dengan mengubah nama nama dewa menjadi nama malaikat sebagai upaya persuasif terhadap penganut ajaran hindu budha yang telah lama dianut sebelumnya.
              Syair lagu gamelan ciptaan para wali dan sunan bonang pada khususnya berisi ajaran tauhid dan peribadatan. Setiap bait selalu diselingi dengan syahadatain sehingga kita sekarang mengenal gamelan sekaten, yang merupakan pengucapan masyaakat jawa terhadap syahadatain. Salah satu tembang yang terkenal adalah tembang macapat Durma (keras,kejam,tegang, dan penuh amarah dalam kehidupan dunia yang fanna).
             Catatan pengajaran sunan bonang dikenal dengan suluk sunan bonang / primbon sunan bonang, berbentuk prosa gaya jateng dan banyak dipengaruhi bahasa arab. Suna bonang wafat tahun 1525 dan dimakamkan di Tuban daerah pesisir utara jawa yang menjadi basis perjuangan dakwahnya.
4. Sunan Kalijaga
Nama aslinya adalah Raden Sahid, beliau putra Raden Sahur putra Temanggung Wilatika Adipati Tuban. Raden Sahid sebenarnya anak muda yang patuh dan kuat kepada agama dan orang tua, tapi tidak bisa menerima keadaan sekelilingnya yang terjadi banyak ketimpangan, hingga dia mencari makanan dari gudang kadipaten dan dibagikan kpeada rakyatnya. Tapi ketahuan ayahnya, hingga dihukum yaitu tangannya dicampuk 100 kali sampai banyak darahnya dan diusir.
Setelah diusir selain mengembara, ia bertemu orang berjubah putih, dia adalah Sunan Bonang. Lalau Raden Sahid diangkat menjadi murid, lalu disuruh menunggui tongkatnya di depan kali sampai berbulan-bulan sampai seluruh tubuhnya berlumut. Maka Raden Sahid disebut Sunan Kalijaga.
Sunan kalijaga menggunakan kesenian dalam rangka penyebaran Islam, antara lain dengan wayang, sastra dan berbagai kesenian lainnya. Pendekatan jalur kesenian dilakukan oleh para penyebar Islam seperti Walisongo untuk menarik perhatian di kalangan mereka, sehingga dengan tanpa terasa mereka telah tertarik pada ajaran-ajaran Islam sekalipun, karena pada awalnya mereka tertarik dikarenakan media kesenian itu. Misalnya, Sunan Kalijaga adalah tokoh seniman wayang. Ia itdak pernah meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian wayang masih dipetik dari cerita Mahabarata dan Ramayana, tetapi di dalam cerita itu disispkan ajaran agama dan nama-nama pahlawan Islam.
5. Sunan Giri
Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishak dan ibunya bernama Dewi Sekardadu putra Menak Samboja. Kebesaran Sunan Giri terlihat antara lain sebagai anggota dewan Walisongo. Nama Sunana Giri tidak bisa dilepaskan dari proses pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Ia adalah wali yang secara aktif ikut merencanakan berdirinya negara itu serta terlibat dalam penyerangan  ke Majapahit sebagai penasihat militer.
Sunan Giri atau Raden Paku dikenal sangat dermawan, yaitu dengan membagikan barang dagangan kepada rakyat Banjar yang sedang dilanda musibah. Beliau pernah bertafakkur di goa sunyi selama 40 hari 40 malam untuk bermunajat kepada Allah. Usai bertafakkur ia teringat pada pesan ayahnya sewaktu belajar di Pasai untuk mencari daerah yang tanahnya mirip dengan yang dibawahi dari negeri Pasai melalui desa Margonoto sampailah Raden Paku di daerah perbatasan yang hawanya sejuk, lalu dia mendirikan pondok pesantren yang dinamakan Pesantren Giri. Tidak berselang lama hanya daam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenaldi seluruh Nusantara.Sunan Giri sangat berjasa dalam penyebaran Islam baik di Jawa atau nusantara baik dilakukannya sendiri waktu muda melalui berdagang tau bersama muridnya. Beliau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak kecil yang bernafas Islami, seperti jemuran, cublak suweng dan lain-lain.
6. Sunan Drajat
Nama aslinya adalah Raden Syarifudin. Ada suber yang lain yang mengatakan namanya adalah Raden Qasim, putra Sunan Ampel dengan seorang ibu bernama Dewi Candrawati. Jadi Raden Qasim itu adalah saudaranya Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang). Oleh ayahnya yaitu Sunan Ampel, Raden Qasim diberi tugas untuk berdakwah di daerah sebalah barat Gresik, yaitu daerah antara Gresik dengan Tuban.
Di desa Jalang itulah Raden Qasim mendirikan pesantren. Dalam waktu yang singkat telah banyak orang-orang yang berguru kepada beliau. Setahun kemudian di desa Jalag, Raden Qasim mendapat ilham agar pindah ke daerah sebalah selatan kira-kira sejauh satu kilometer dari desa Jelag itu. Di sana beliau mendirikan Mushalla atau Surau yang sekaligus dimanfaatkan untuk tempat berdakwah. Tiga tahun tinggal di daerah itu, beliau mendaat ilham lagi agar pindah tempat ke satu bukit. Dan di tempat baru itu belaiu berdakwah dengan menggunakan kesenian rakyat, yaitu dengan menabuh seperangkat gamelanuntuk mengumpulkan orang, setelah itu lalu diberi ceramah agama.Demikianlah kecerdikan Raden Qasim dalam mengadakan pendekatan kepada rakyat dengan menggunakan kesenian rakyat sebagai media dakwahnya. Sampai sekarang seperangkat gamelan itu masih tersimpan dengan baik di museum di dekat makamnya.
7.    Sunan Kudus (Ja’farSadiq)
Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dansekitarnya.Beliaumemilikikeahliankhususdalambidang agama, terutamadalamilmufikih, tauhid, hadits, tafsirsertalogika.Karenaitulah di antarawalisongohanyaia yang mendapatjulukanwali al-‘ilm(wali yang luasilmunya), dank arena keluasanilmunyaiadidatangiolehbanyakpenuntutilmudariberbagaidaerah di Nusantara.
Ada cerita yang mengatakanbahwaSunan Kudus pernahbelajar di BaitulMaqdis, Palestina, danpernahberjasamemberantaspenyakit yang menelanbanyakkorban di Palestina.Atasjasanyaitu, olehpemerintahPalestianaiadiberiijazahwilayah (daerahkekuasaan) di Palestina, namunSunan Kudus mengharapkanhadiahtersebutdipindahkankePulauJawa, danoleh Amir (penguasasetempat) permintaanitudikabulkan. SekembalinyakeJawaiamendirikan masjid di daerah Loran tahun 1549, masjid itudiberinama Masjid Al-Aqsa atau Al-Manar (Masjid Menara Kudus) dandaerahsekitanyadigantidengannama Kudus, diambildarinamasebuahkota di Palestina, al-Quds. Dalammelaksanakandakwahdenganpendekatankultural, Sunan Kudus menciptakanberbagaiceritakeagamaan.Yang paling terkenaladalahGendingMakumambangdanMijil.Cara-cara berdakwah Sunan Kudus adalah sebagai berikut:
a.    Strategi pendekatan kepada masa dengan jalan
1.    Membiarkan adat istiadat lama yang sulit diubah
2.    Menghindarkan konfrontasi secara langsung dalam menyiarkan agama islam
3.    Tut Wuri Handayani
4.    Bagian adat istiadat yang tidak sesuai dengan mudah diubah langsung diubah.
b.    Merangkul masyarakat Hindu seperti larangan menyembelih sapi karena dalam agama Hindu sapi adalah binatang suci dan keramat.
c.    Merangkul masyarakat Budha
Setelah masjid, terus Sunan Kudus mendirikan padasan tempat wudlu denga pancuran yang berjumlah delapan, diatas pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang diatasnya hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha “ Jalan berlipat delapan atau asta sunghika marga”.
d.   Selamatan Mitoni
Biasanya sebelum acara selamatan diadakan membacakan sejarah Nabi.
Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus. Di pintu makan Kanjeng Sunan Kudus terukir kalimat asmaul husna yang berangka tahun 1296 H atau 1878 M.
lnya .Menurut pemikiran,Sunan Muria meninggal pada abad ke-16 dan dimakamkan di Bukit Muria ,Kudus.
     8)Raden Umar Said atau Sunan Muria
Raden Umar Said dikenal dengan panggilan Sunan Muria.Beliau adalah putra sunan Kalijaga.dalam berdakwah sunan muria memiliki keunikan ,yakni menjadikan desa-desa terpencil sebagai medan dakwah islam.
Sunan Muria memberikan pengajaran kepada masyarakat di sekitar Gunung Muria dengan mengadakan kursus- kursus bagi para pedagang , nelayan,ataupun elemen masyarakat kecil lainnya.
Beliau memiliki karya tulis yang masih digemari hingga saat ini,yaitu sinom dan kinanti .dalam sejarah ,tidak diketahui persis tahun meningga
9)Syarif Hidayatullah atau Fatahillah atau Gunung Jati
Syarif Hidayatullah atau Fatahilah dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati.Beliau adalah salah seorang dari wali sanga yang banyak memberikan kontribusi dalam menyebarkan agama islam di pulau jawa ,khususnya di daerah jawa barat .Syarif Hidayatullah dikenal sebagai pendiri kesultanan cirebon dan banten.
Penguasan Portugis dan Malaka pada tahun 1511 dan akhirnya Samudra Pasai pada tahun1521 membuat Sunan Gunung Jati tidak tinggal lama di Samudra Pasai.Beliau segera berangkat ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.Setelah kembali dari tanah suci pada tahun 1524,Sunan Gunung Jati langsung menuju Demak dan memperistri adik Sultan Trenggana.
Mendapat dukungan dari Sultan Trenggena,Sunan Gunung Jati melebarkan pengaruhnya ke daerah Sunda Kelapa.Di situ ,ia berhasil mengusir bangsa Portugis yang hendak mengadakan kerja sama dengan Raja Pajajaran pada tahun1526.Berkat kemenagannya itu.Beliau mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.Di Banten ,ia meninggalkan anaknya yang bernama Hasanuddin,untuk memimpin Banten.Hasanudin itulah yang pertama kali diakui menjadi raja Kerajan Banten dalam sejarah.Pada tahun1570 Sunan Gunung Jati meninggal pada usia 8o tahun,dan dimakamkan dipemakaman  Wukir Sapta Pangga,Gunung Jati,Desa Astana Cirebon,Jawa Barat.


C.Teladan Spiritual dan Intelektual
1)      Senantiasa mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt
2)      Memperdalam penguasaan ilmu
3)      Berjuang dalam rangka meninggikan agama Allah Swt
4)      Mengembangkan jalinan silaturahmi dengan cara -cara yang bijaksana
5)      Menyampaikan kebenaran dan kebaikan dengan menggunakan cara-cara yang cerdas dan simpatik sehingga mudah diterima orang lain yang menjadi sasaran dakwah
6)      Senantiasa menunjukkan kepribadian yang luhur ,serta menghindarkan diri dari sifat-sifat yang kurang terpuji.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar